HARIANRIAU.CI - Persediaan alat kontrasepsi di kantor BKKBN Perwakilan Provinsi Riau, mencukupi kebutuhan bagi peserta KB di daerah itu selama 15 bulan ke depan.
"Persedaian aman, bahkan sudah ada alat kontrasepsi yang masuk gudang BKKBN Perwakilan Riau, sehingga peserta KB khususnya usia subur yang membutuhkannya sudah bisa terlayani," kata Kepala BKKBN Provinsi Riau, Agus Putro Proklamasi di Pekanbaru, Selasa.
Menurut Agus seperti disampaikan Sekretaris BKKBN Perwakilan Provinsi Riau, Mery Elya, ketersedian alat kontrasepsi jenis IUD tersedia untuk tiga bulan ke depan, sebanyak 13 ribu potong sudah masuk gudang kantor BKKBN Perwakilan Provinsi Riau.
Ia menyatakan, ketersedian mencukupi juga untuk implan sebanyak 33.800 set, dan kondom sebanyak 9.200 gross.
"Persedian alat kontrasepsi sepanjang 2018 sudah dipersiapkan untuk Riau, sedangkan untuk beberapa kabupaten yang tidak mencukupi akan ditutupi dengan bantuan distribusi dinamis dari sejumlah provinsi serta antarkabupaten dan antarprovinsi di Indonesia," katanya.
Sementara itu sejumlah provinsi yang ada terkendala, atau tidak semua alat kontrasepsi sudah tersedia yang dikelola dalam sistim pengadaan online atau e-katalog.
Prosedur pengadaan alat kontrasepsi tersebut harus melalui Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah dengan pabrik pengadaan yang ditunjuk untuk memproduksinya di Jakarta dan sudah bersertifikasi.
"Ketersediaan alat kontrasepsi harus tetap dipertahankan untuk mendorong peserta KB baru menjadi peserta KB aktif, serta dalam upaya pengendalian penduduk menekan angka kelahiran," katanya seperti dilaporkan antarariau.
Penggunaan Aalat kontrasepsi untuk pasangan usia subur juga diharapkan dapat menurunkan jumlah pasangan usia subur yang tidak terjangkau, seperti jauh dari fasilitas kesehatan, belum tahu pelayanan KB dan tidak tahu tentang alat kontrasepsi itu.
"Stok alat kontrasepsi harus diprioritaskan khususnya bagi pasang usia subur di daerah terpencil yang minim komunikasi, infrastruktur jalan, dan sejumlah faktor alam penghambat lainnya," ujar Agus.

